Home
Mekatronika
Teknologi Elektromedis
Desain Produk Mekatronika
Program Studi
Dosen
Karyawan
Mahasiswa
Civitas Akademika
Pelatihan
Desain Proses Otomasi
Manufaktur Komponen
Layanan
Pengumuman
Artikel
Penelitian
Download
Info
Kontak
MECBOT
  
Subscribe to Mekatronika Subscribe
 
BERITA KAMPUS

Selasa, 28 Agustus 2018 01:03:49
DUKUNGAN PENUH IKATEMI PUSAT DAN DAERAH TERHADAP PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI TEKNOLOGI ELEKTROMEDIS PMSD

Kebutuhan tenaga Elektromedis di Indonesia sangatlah besar. Kebutuhan tenaga elektromedis di rumah sakit pemerintah saja, berdasarkan data kebutuhan tahun 2011, kurang lebih sebesar 19 ribu orang. Kebutuhan tersebut belum termasuk kebutuhan tenaga elektromedis di seluruh rumah sakit swasta seluruh Indonesia, distributor alat-alat kesehatan, perusahaan alat-alat kesehatan, BPFK, Balai POM maupun laboratorium kesehatan. Jika ditotal semua baik kebutuhan di rumah sakit pemerintah maupun swasta serta instansi-instansi lainnya, maka kebutuhan tenaga elektromedis di Indonesia bisa lebih dari dua kali lipat kebutuhan tenaga elektromedis yang sudah disebutkan di atas. Di sisi lain masih sangat jarang perguruan tinggi di Indonesia yang membuka program studi Elektromedis. Sampai saat ini baru ada 16 perguruan tinggi yang membuka program studi D3 Elektromedis dan 5 perguruan tinggi yang membuka program studi D4 Elektromedis. Dari seluruh program studi Teknologi Elektromedis yang ada, setiap tahunnya hanya mampu meluluskan kurang lebih 500 lulusan. Data-data tersebut terpapar jelas saat penyelenggaraan kuliah umum dengan narasumber ketua DPP Ikatemi Agus Komarudin, S.T.,M.T. di Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (PMSD) pada tanggal 25 Agustus 2018. Kuliah umum tersebut merupakan salah satu rangkaian acara penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dan Perjanjian Kerjasama antara Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (PMSD) dengan Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknologi Elektromedis Politeknik Mekatronika Sanata Dharma.

Kebutuhan tenaga elektromedis yang besar serta kemampuan perguruan tinggi melulusan tenaga elektromedis yang masih sangat kecil, menjadikan IKATEMI sebagai wadah tenaga elektromedis di Indonesia, mendukung pembukaan dan pengembangan Program Studi Teknologi Elektromedis PMSD. Dukungan penuh oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKATEMI secara resmi diberikan kepada Program Studi Teknologi Elektromedis PMSD, melalui penandatanganan NOTA KESEPAHAMAN BERSAMA antara PMSD dengan DPP IKATEMI serta penandatanganan PERJANJIAN KERJASAMA antara Program Studi Teknologi Elektromedis PMSD dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Elektromedis Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD IKATEMI DIY). Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dan perjanjian kerjasama antara PMSD dengan IKATEMI dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018  di Politeknik Mekatronika Sanata Dharma.

Rangkaian acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dan perjanjian kerjasama, dimulai dengan penyambutan oleh pihak PMSD kepada para tamu antara lain Ketua dan Pengurus DPP IKATEMI, Staf PPSDM Kemenkes, Ketua MTKP DIY, Ketua dan pengurus DPD IKATEMI DIY dan Para ketua dan pengurus DPD IKATEMI seluruh Indonesia. Setelah penyambutan, acara dilanjutkan dengan foto bersama di depan kampus PMSD. Kemudian seluruh tamu yang datang diajak berkeliling untuk melihat fasilitas-fasilitas praktik yang dimiliki oleh program studi Teknologi Elektromedis PMSD. Tidak hanya melihat fasilitas-fasilitas praktik, para tamu juga diajak untuk melihat beberapa inovasi mahasiswa maupun dosen PMSD. Wajah gembira, bangga dan takjub para tamu undangan terlihat sangat jelas saat mereka melihat fasilitas praktik maupun inovasi mahasiswa dan dosen PMSD. Melalui kelengkapan fasilitas praktik dan inovasi-inovasi yang dilihat, mereka sangat menghargai kesungguhan dan keseriusan PMSD dalam menggembangkan Program Studi Teknologi Elektromedis.

Setelah melihat fasilitas praktik dan inovasi mahasiswa serta dosen PMSD, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama dan Perjanjian Kerjasama  antara PMSD dan IKATEMI yang diawali dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama diberikan oleh Direktur PMSD Eko Aris Budi Cahyono, S.T., M.Eng. Dalam sambutannya Direktur PMSD menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya  kepada IKATEMI baik pusat dan daerah atas dukungannya terhadap pembukaan dan pengembangan program studi Teknologi Elektromedis PMSD. Ketua Majelis tenaga Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PMKP DIY) Dra. Hardiah Djuliani, Apt., M.Kes. dalam sambutannya menyatakan sangat senang sekali bahwa pada akhirnya program studi Teknologi Elektromedis PMSD bisa diakui dan didukung penuh oleh IKATEMI. Ketua DPP IKATEMI Agus Komarudin,S.T.,M.T. dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh IKATEMI terhadap program studi Teknologi Elektromedis PMSD sejak tahun 2017. Beliau manyatakan bahwa IKATEMI langsung mendukung penuh program studi Teknologi Elektromedis PMSD, saat pertama kali mendengar bahwa ijin perubahan nama program studi yang diajukan oleh PMSD telah disetujui dan akan diproses lebih lanjut oleh Dirjen Kelembagaan Kemenristekditi melalui surat Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi nomor 1335/C4/KL/2017 tertanggal 29 Mei 2017. Maka setelah  terbitnya SK Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 364/KPT/I/2018 tertanggal 16 April 2018 yang menyatakan bahwa program studi Instrumentasi Medis telah resmi berubah nama program studi Teknologi Elektromedis, dukungan dari IKATEMI semakin kuat.

Pendandatanganan Nota kesepahaman bersama dilaksanakan dalam dua sesi, sesi pertama adalah penandatanganan Nota kesepahaman bersama antara Direktur PMSD Eko Aris Budi Cahyono,S.T.,M.Eng dengan Ketua DPP IKATEMI Agus Komarudin,S.T.,M.T., sedangkan sesi kedua adalah penandatanganan perjanjian kerjasama antara ketua program studi Teknologi Elektromedis Bernardinus Sri Widodo,S.T.,M.Eng dengan Ketua DPD DIY IKATEMI Agus Susilo Wibowo, S.T. Isi dari nota kesepahaman bersama dan perjanjian kerjasama tersebut secara garis besar bahwa IKATEMI mendukung penuh pembukaan dan pengembangan program studi Teknologi Elektromedis PMSD. Setelah penandatangan Nota kesepahaman bersama selesai, acara dilanjutkan kuliah umum oleh Ketua DPP IKATEMI Agus Komarudin,S.T.,M.T. bagi seluruh mahasiswa aktif program studi Teknologi Elektromedis. Topik kuliah umum yang dipilih adalah “Standar Kompetensi dan Peluang Kerja Elektromedis” di Indonesia. Keseluruhan acara diakhiri dengan foto bersama.

Dengan adanya dukungan penuh dari IKATEMI terhadap pembukaan dan pengembangan prodi Teknologi Elektromedis PMSD, maka terbukalah jalan bagi lulusan dari Program Studi Teknologi Elektromedis PMSD untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) yang merupakan syarat bagi semua tenaga kesehatan, termasuk Teknisi Elektromedis, jika mereka akan bekerja di rumah sakit maupun di distributor dan industri alat-alat kesehatan. (EA, LN)